Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS)

Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS)

Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS) Atau Spektroskopi serapan atom merupakan Alat Ukur yg memiliki prosedur dalam kimia analisis yang menggunakan prinsip energi yang diserap atom.Atom yang menyerap radiasi akan menimbulkan keadaan energi elektronik terekesitasi.Teknik ini dikenalkan oleh ahli kimia Australia pada tahun 1955 yang dipimpin oleh Alan Walsh dan oleh Alkemade dan Millatz di Belanda.Komersialisasi pertama kali dilakukan pada tahun 1959, dan banyak sekali yang menggunakannya.Permasalahan yang terjadi sebelum tahun tersebut adalah sifat atom menciptakan garis absorpsi yang sangat dangkal. Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS)Atau  serapan atom digunakan untuk menganalisis konsentrasi analit dalam sampel.Elektron pada atom akan tereksitasi pada orbital yang lebih tinggi dalam waktu singkat dengan menyerap energi (radiasi pada panjang gelombang tertentu).Secara umum, setiap panjang gelombang akan bereaksi pada satu jenis elemen sehingga inilah yang menjadi kelemahan penggunaan alat ini. Selisih nilai absorbansi blanko (tanpa sampel yang ditargetkan) dibandingkan dengan sampel uji merupakan nilai konsentrasi zat target yang diinginkan.Ketika nilai konsentrasi sudah diketahui, maka dapat diketahui satuan massa yang lain.Dalam pengukurannya dibutuhkan sebuah kurva standar yang elemennya adalah konsentrasi analit dibandingkan dengan nilai absorbansi (serapan).[2] Kurva standar dibuat menggunakan larutan yang telah diketahui konsentrasi zat yang ingin diuji dengan berbagai perbedaan konsentrasi.

Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS)

Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS)
Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS) Atau Spektroskopi serapan atom merupakan Alat Ukur yg memiliki prosedur dalam kimia analisis yang menggunakan prinsip energi yang diserap atom.Atom yang menyerap radiasi akan menimbulkan keadaan energi elektronik terekesitasi.Teknik ini dikenalkan oleh ahli kimia Australia pada tahun 1955 yang dipimpin oleh Alan Walsh dan oleh Alkemade dan Millatz di Belanda.Komersialisasi pertama kali dilakukan pada tahun 1959, dan banyak sekali yang menggunakannya.Permasalahan yang terjadi sebelum tahun tersebut adalah sifat atom menciptakan garis absorpsi yang sangat dangkal. Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS)Atau  serapan atom digunakan untuk menganalisis konsentrasi analit dalam sampel.Elektron pada atom akan tereksitasi pada orbital yang lebih tinggi dalam waktu singkat dengan menyerap energi (radiasi pada panjang gelombang tertentu).Secara umum, setiap panjang gelombang akan bereaksi pada satu jenis elemen sehingga inilah yang menjadi kelemahan penggunaan alat ini. Selisih nilai absorbansi blanko (tanpa sampel yang ditargetkan) dibandingkan dengan sampel uji merupakan nilai konsentrasi zat target yang diinginkan.Ketika nilai konsentrasi sudah diketahui, maka dapat diketahui satuan massa yang lain.Dalam pengukurannya dibutuhkan sebuah kurva standar yang elemennya adalah konsentrasi analit dibandingkan dengan nilai absorbansi (serapan).[2] Kurva standar dibuat menggunakan larutan yang telah diketahui konsentrasi zat yang ingin diuji dengan berbagai perbedaan konsentrasi.

Tidak ada kiriman yang ditampilkan